Daisypath Happy Birthday tickers

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers

Daisypath Happy Birthday tickers

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers

Daisypath Anniversary tickers

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Rabu, 14 Januari 2026

Happy world book day

Sebelum tanggal berganti, mau cerita tentang kisah hubungan asmara saya dan buku.

Kisah ini bukan kisah yang bisa membuat orang tertawa, atau sebaliknya menangis, tapi bisa membuat orang tau, seberapa berat perjuangan cinta saya sama buku.

Awal perkenalan kami tidak berjalan mulus, karena diusia enam tahun ketika duduk di bangku kelas 1 sd, saya belum bisa membaca. Jadi saya belum atau bahkan tidak akan bisa merasakan seperti apa jatuh cinta sama buku. Apalagi, keluarga saya tidak pernah membelikan buku buku cerita bergambar yang bisa menarik perhatian saya.

Disaat teman teman yang lain bertukar tukar majalah bobo, donal bebek, paman gober, saya cuma sesekali numpang liat liat gambar. Itupun kalau dipinjamkan. Kalau tidak, ya nasib.

Beruntung saya, punya kakak perempuan yang suka menabung untuk membeli buku buku cerita. Keberuntungan sih, kalau dia lagi baik. Sukanya juga pelit, banyak aturannya, gak boleh leceklah, gak boleh dilipet,  ga boleh baca malah sering.

Mungkin, ini baru mungkin ya, melihat animo anaknya yang penasaran banget sama buku, orangtua saya jadi mau membelikan majalah anak. Tapi tetap perlu digaris bawahi, majalah yang dibelikan sudah gak uptodate, alias bekas. Alhamdulillah. Saya mulai kenalan dengan buku.

Menariknya, buku atau majalah bekas yang nomor dan urutan terbitnya mencla mencle tsb menuliskan cerita cerita yang kerap bersambung. Alhasil, akhir kisah dari cerbung tersebut saya karang dan imajinasikan sendiri. Mengingat entah bagaimana mau mencari urutan majalah yang sesuai.

Semakin beranjak ke kelas 3 sd saya semakin suka membaca, apa saja, hebatnya lagi, buku menyuguhkan hal hal yang belum saya ketahui. Semakin penasaran rasanya hati ini jika melihat buku dengan gambar yang menarik atau dengan judul yang aneh.

Buku-buku, menawarkan saya untuk mengikuti sayembara membuat buku sendiri oleh majalah bobo pada saat saya duduk di kelas 5 sd. Isi buku buatan saya tersebut adalah puisi-puisi. Dibuat dari selembar kertas double folio dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah buku. Masalahnyaaaaaaa.. Tulisan tangan saya jelek sekaliii.. Buku impian itu tak akan pernah terwujud jika saya tulis sendiri. Bagaimana tidak, kalau saya paksakan, pastinyaaaa itu buku tidak akan bisa dibaca oleh orang lain. Betulkan? Lalu? Bagaimana?

TERPAKSA, saya merendahkan diri, memuji dan menaik-naikkan derajat kakak perempuan saya itu. memohon supaya dia mau menuliskan puisi-puisi yang saya karang ke dalam prakarya buku itu. Tentu saja ada banyak syarat yang harus saya lakukan agar Orang Yang Sedang Dibutuhkan tersebut mau menuliskannya. Ya minta dipijitlah, ya minta ambilkan barang inilah, itulah. Baik yang mulia ratu, keinginanmu akan hamba penuhi. 

Selesai ditulis, salah satu syarat dari majalah Bobo ialah buku buatan sendiri itu harus disahkan dengan tanda-tangan Kepala Sekolah dan Cap dari Sekolah. Pada saat itu saya bersekolah di SDN 2 (Teladan) Rawa Laut Kota Bandar Lampung. Jadilah saya memberanikan diri, mengintip-intip di celah pintu Ruang Kepala Sekolah pada saat jam istirahat. Tampak di balik meja Pak Kepsek sedang sibuk menulis. Saya gelisah, mau masuk takut, gak masuk tapi butuh. Jadilah saya cuma bisa ngintip, bolak-balik di depan pintu. Segrasak-grusuk itu memang, sampai-sampai di notice sama pak kepsek. Huhuhu akhirnya. Terbata-bata menjelaskan keperluan saya saat itu, entah karna nyambung atau tidak dengan penjelasan saya itu, ataukah entah karna kasihan, tapi yang jelas Pak Kepsek langsung menandatangani dan mencap buku tsb. Yeay. 

Saya lupa bagaimana caranya buku itu bisa saya kirimkan ke kantor pos. Bisa jadi nitip ke Mama atau saya sendiri yang memasukkan ke kotak pos. Entahlah lupa. 

Sekitar satu bulan setelahnya, saya menanti-nanti majalah BoBo edisi berikutnya. Menunggu pengumuman pemenang sayembara membuat buku sendiri tersebut. Ada seorang sepupu yang tinggal tak jauh dari rumah, dia berlangganan majalah Bobo dimana saya membaca pengumuman dari majalah Bobonya. Dan ternyata ada nama saya tercantum di pengumuman itu sebagai pemenang karya terbaik sayembara membuat buku sendiri. Karena melihat namaku di majalah itu, aku merengek sama orangtuaku agar dibelikan majalah Bobo edisi tersebut. Yeay. Malamnya aku pergike Toko Buku Gramedia untuk membelinya. 

Singkat cerita, hadiah dari majalah Bobo pun tiba, ada boneka bobo, sertifikat, perangko sampul hari pertama dan lain-lain. Aku sangat senang sekali menerima hadiah itu. 

Selasa, 11 Oktober 2016

Angkuh

Ini judul lagunya Padi di album yang mana entahlah. Kata itu manusiawi, karena dia ada di tiap tiap kita. Di sebagian kita, dia bahkan tersirat hanya dari tarikan napas. Hahaha, lucu ya, untuk hal yang bukan milikmu pun dia ada. Lalu, kemana perginya peduli? Harga yang digelayut oleh huruf i, disaat dia membelenggu?  Mungkin terlempar keluar bersama percikan air liur, atau bisa saja tertelan. Saat dia meraja, kasih pun lenyap. Jika itu terjadi, bertambahlah ke"dia"annya.

Kamu takut? Buat apa? Dia ada karena kamu yang membuatnya. Melindungi dengan benteng tinggi kokoh  tak tersentuh. Toh yang terpenting  itu kamu, bukan lain-lain.

Menangkan saja semua perang untuk dia. Beri makan kenyang-kenyang.

Senin, 13 Juli 2015

Terlalu Indah

Lirik Lagu The Rain - Terlalu Indah +
CHORD GITAR

D Bm
kita harus menerima bahwa
G Em
memang tak ada kisah yg bisa sempurna
A G F#m
seperti yg selalu diimpikan
Em A
dan mimpi tak selalu jadi kenyataan

D Bm
ada awal dan ada akhirnya
G Em
yg mungkin tak dapat terurai semua
A G        F#m
ada duka, ada bahagia
Em                   A
yg mungkin tak akan pernah terlupa
G A
dan hatiku berkata

reff:
D G
selamat jalan kekasih
A D
manis yg berujung perih
B                   Em
kisah yg sungguh terlalu indah
G A      D
kini semua berakhir sudah

D G
selamat jalan kekasih
A D
walau teramat sangat perih
B         Em
namun aku pasti coba
G A     D
untuk jalani ini semua

Back to reff

Minggu, 12 Juli 2015

there's nothing

Benar.
Tidak ada manusia yang bisa mengetahui isi hati manusia lainnya.
Hanya Dia yang tau.

Jadi percuma.
Bila kau berkeluh kesah tentang masalahmu pada manusia.
Karena manusia lain juga punya masalah.
Pikirkan sendiri.
Selesaikan sendiri.
Percuma kau muntahkan.
Percuma.

Badanmu siapa yang ciptakan?
Siapa juga yang mampu mengukur kemampuanmu?
Hanya Dia.
Cukup Dia.
There's Nothing Else.

Oke.
Fine.
Bye.

Minggu, 12 April 2015

My Birthday Wishes

Alhamdulillah, saya diberi berkah yang demikian banyaknya.. Alhamdulillah, saya dikelilingi orang-orang yang membahagiakan perjalanan hidup saya.. Alhamdulillah, saya menuju tua dengan bumbu bumbu hidup yang enaknya pecaaah.. Alhamdulillah.. Satu persatu permintaan terkabulkan dengan cara yang indah dan tak disangka sangka.. Alhamdulillah, saya sudah diberi sabar yang luar biasaaa.. Alhamdulillah, pasangan hidup saya pun seorang yang sabar luar biasa.. Alhamdulillah, buah hati saya seorang yang luar biasa indah hatinya.. Semoga perjalanan hidup ini selalu dalam Berkah, Rahmat dan LindunganMu Ya Allah..

(12-04-1986) ..... (12-04-2015)

Selasa, 28 Oktober 2014

Wanita yang Terselamatkan

Pernahkah kamu berterima kasih pada hidupmu? Pada jalan nasib yang menuntun jalanmu? Atau pada angin, waktu, pohon, awan yang berkolaborasi menyuguhkan rasa di hatimu? Aku pernah. Dan akan selalu kuucapkan. Tidak...ini tidak gila. Mereka semua adalah perpanjangan tangan Allah, yang digerakkan oleh malaikat-malaikat dayang-dayang-Nya yang Esa.

Jika kulirik masa lalu, cukuplah menguatkan ku di masa ini. Memberi keteguhan hati yang teguh seperti kini. Memberi semangat di tiap langkah-langkahku beranjak maju. Tidak...ini tidak klise. Semua masa itu adalah ada. Sejarah yang benar terjadi. Tidak terlupakan namun jangan sampai terulang lagi.

Aku adalah wanita yang terselamatkan. Entah doa pendekku yang terkabulkan. Atau memang hanya doa pendek itulah yang sempat kuucapkan. Di setiap akhir rakaat ku katakan.

Terima kasih padamu, hai imamku.
Aku adalah wanita yang terselamatkan.
Gemetar menggigil dihempaskan.
Terangkat terangkul terhangatkan.
Ingatkah kau?

…........….........................................................
April2015_______di malam saat kau tinggalkan aku dan anakmu berdua saja, sedang kau pergi kerja..

Sabtu, 06 Juli 2013

Rumahku Istanaku

Disini. Tempat aku dan keluarga kecilku nanti tinggal. Kenapa nanti? karena sekarang belum kami tempati.. hehe.. butuh keberanian dan kesiapan untuk memulai hidup mandiri, kami sudah punya keduanya, hanya tinggal dibuktikan. Hmm..

Aku dan suami berkolaborasi dalam mempercantik rumah ini, konsep alam, hijau, udara bersih, menjadi pegangan kami. Postingan kali ini, tentang halaman depan, dan kamar, berikutnya mungkin akan kutampilkan pula bagian lain dari rumah ini.

Rumah Masa Depan

Judul klise. Semua juga tau maksudnya. Kesanalah kita kan berdiam.

Seorang ayah di hadapan makam bapaknya.
Bercelana lusuh  selutut jongkok menatap nanar.
Dia rindu.
Dia tergugu.

Terusung DOA DOA dari gumaman kecilnya.
Tersampaikan ke hadiratNya.
Untuk bapak tercinta.

Apakah jadi ksatria aku bagi anak-anakku?
Apakah jadi penghangat aku bagi anak-anakku?
Apakah jadi perindu aku bagi anak-anakku?
Seperti engkau yang kupatut.
Seperti engkau yang kupanut.

(Gambaran papaku yang sedang merindu datukku)

Rabu, 05 Juni 2013

Jurusan Ilmu Komunikasi Unila Raih Top 10 Versi MarComm Magazine


(Unila): Jurusan Ilmu Komunikasi
Universitas Lampung (Unila) masuk
dalam 10 besar Indonesia Best
Graduate School of Communications
2012 versi Majalah Mix Marketing
Communications (MarComm
Magazine) . Hasil tersebut
berdasarkan Survei Indonesia Best
Graduate School 2012 yang hasilnya
telah dimuat di MarComm Magazine
edisi Juni 2012.
Survei tersebut dilakukan untuk
melihat persepsi calon mahasiswa,
orang tua calon mahasiswa, dan
praktisi Human Resources di
perusahaan (sebagai user) tentang
perguruan tinggi (PT) setara S1
yang menyelenggarakan jurusan
komunikasi. Terdapat 9 variabel
persepsi yang diukur dan ditanyakan
ke responden yaitu reputasi, kualitas
lulusan, kesesuaian antara biaya
dengan nilai/manfaat yang
diperoleh, kesetaraannya dengan
perguruan tinggi berkulitas di luar
negeri, lokasi kampus, fasilitas
pendidikan, kontribusi sosial bagi
lingkungan sekitar, prestasi, dan
pencapaian-pencapaian yang sudah
diraih serta rekomendasi.
PT yang diikutkan dalam survei
adalah PT penyelenggara program
S1 Komunikasi yang mendapatkan
akreditasi A dari Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)
Departemen Pendidikan Nasional
pada 2011 dan perguruan tinggi
yang pada tahun lalu masuk dalam
Top 10 hasil survei yang sama.
Terpilih 25 PT yang salah satunya
adalah Unila.
Jurusan Ilmu Komunikasi Unila
menempati urutan ke-8 dari Top 10
Indonesia Best Graduate School of
Communications 2012.
Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi
Unila, Drs. Teguh Budi Raharjo,
M.Si., mengatakan bahwa Jurusan
Ilmu Komunikasi saat ini tengah
mengupayakan beberapa hal agar
semakin baik dan diminati. Pertama,
optimalisasi Sumber Daya Manusia
(SDM) dan perangkat jurusan dalam
menghasilkan lulusan yang lebih
baik. Kedua, memersiapkan langkah
untuk ikut dalam berbagai event
yang tujuannya memantapkan
jurusan komunikasi.
Meski dengan predikat 10 besar
yang telah diraih, Teguh mengaku
tidak ingin berbangga diri dengan
hal tersebut. Menurutnya justru itu
sebuah beban dimana jurusan harus
mempertanggungjawabkan melalui
kerja keras dan upaya sungguh-
sungguh.
Beberpa permasalahan diakui oleh
Teguh masih terjadi di Jurusan Ilmu
Komunikasi Unila. Sebut saja soal
praktikum yang belum memiliki
kelengkapan alat. “Kami akui bahwa
jumlah alat-alat masih belum sesuai
jumlah mahasiswa,” akunya, saat
ditemui di ruang Ketua Jurusan Ilmu
Komunikasi Unila pada Senin (9/7)
sore.
“Uang praktikum juga dapat
dikatakan jauh dari cukup untuk
pengembangan alat dan operasional
praktikum,” tambahnya.
Akan tetapi menurut Teguh, hal
tersebut bukan hambatan yang
terlalu berarti. Selama ini
mahasiswa kerap mengunakan alat
pribadi atau memanfaatkan link
yang ada dalam menutupi
kekurangan dalam kebutuhan
praktikum. “Hal tersebut cukup
membantu terhadap lancarnya
praktikum,” ujar Teguh.
Meski demikian, menurut Teguh,
setiap tahunnya jurusan berusaha
semaksimal mungkin untuk
mengurangi penggunaan link dalam
membantu praktikum. Sebagai
gantinya, jurusan harus lebih
memanfaatkan dana bantuan yang
ada baik dari fakultas maupun
universitas untuk perbaikan,
perawatan, maupun penggantian
alat-alat praktikum yang
dibutuhkan.
“Segalanya memang harus
berproses. Tidak mungkin serta-
merta kita bisa tampil sebagai yang
terbaik. Hal yang terpenting adalah
mengusahakan yang terbaik. Hasil
survei inipun tidak ingin saya
jadikan sebagai sesuatu yang
membuat jurusan kami terlalu
berbangga. Silakan para pembaca
hasil survei menilainya sendiri,”
pungkasnya. [ Atika Mutiara O ]
http://www.unila.ac.id

Minggu, 02 Juni 2013

Pacaran lagi

Udah lama ga nikmatin malam di jalanan kota bandarlampung. Terlebih semenjak punya baby. Hidup berjalan cepat, karena kesibukan yang menggerogoti waktu.

Sudah 7 bulan 2 minggu umur Senja. Sudah gapapa jika ditinggal sebentar dengan eyangnya. Asal jam 9 (jadwal mimiknya) amah ada dirumah.

Seperti malam ini, berdua suami ingin menikmati jalan malam seperti waktu dulu. Niatnya cuma mau ngopi2 cakep di kafe Oi Lungsir.

Dideru sepeda motor yang dipacu suami, mentang2 speedometer nya rusak, jadi saya tidak bisa ngecek berapa kecepatannya. Sangat kencang. Hingga helm saya berderak2 tak karuan. Mau protes. Sudah. Tapi tak dihiraukan. Mungkin dibalik helm tutupnya dy menyeringai mendengar keluhan dan protes dari saya.

Ah sudahlah. Saya coba juga menikmati kecepatan angin yg menerpa tarikan napas saya yang jadi memburu.

Hingga sampai di tujuan. Kami tercengang. Kafe yang dituju tak lagi ada. Berganti sebuah bangunan milik Pemerintah yang tegak menjulang. Pindah kemana?

Putar balik kemudian. Tampak keramaian di pelataran Mesjid Al furqon, ah itu dy. Kafe misbarnya pindah kesana. Pun parkir, pesan kopi, lalu duduk menghadap jalan.

Seru juga, walau cuma ngobrol ringan, poto2, dan minum kopi. Sekeliling tampak banyak anak anak muda yang memilih nongkrong disana di malam senin ini. Tak peduli sebenarnya. Cuma ingin menikmati suasana.

Ini hasil pemotretannya:

Sabtu, 01 Juni 2013

Built yourself

"Built yourself" demikian quote yg terpampang dibawah patung yg terlihat sedang memahat dirinya sendiri. gambar patung ini kudapat dari dinda, yang memposting gambar ini di chat grupwakom24hr/day. Gambar yang membuat ku sadar akan sebuah keyakinan.

Sudah puluhan surat lamaran kukirimkan via pos dan email. Ratusan lamaran sent via jobstreet n karirdotcom. Terasa sekali berat pencarian nafkahku kali ini. Tak semulus ketika aku masih fresh graduate yang hanya sebulan setelah wisuda aku langsung mendapatkan pekerjaan.

Umur yang menua membatasi ruang lingkup pencarian. Status yang tak lagi single pun ikut andil menghimpit penelusuran. Belum lagi jam kerja dan gaji yang harus sesuai untuk memenuhi kebutuhanku dan keluarga. Terlebih karena si kecil masih sangat membutuhkan ASI dariku. Kondisi-kondisi ini semakin mengecilkan pandanganku.

Namun keyakinan yang sangat besar dalam diriku tak menyurut. Malah membatu. Menyombongkan diri. Lihat saja nanti.

Bisik dan seringai disekelilingku semakin hingar. Tak lagi sopan. Terlalu diremehkan, tak dipandang lagi.

Mau sampai kapan?

Sampai aku mendapatkannya. Ku tak akan berhenti memahat diriku sendiri. Lihat saja.

Sabtu, 11 Mei 2013

Manusia tertimbun bantal

Manusia tertimbun bantal tersisakan tangan yg bernapas bebas keluar. Ulah iseng sang istri yang berusaha membangunkan tidur siangnya. Tidur yang digunakan sebagai balas dendam akibat tugas malam yang memaksanya begadang. Tidur sebagai pemulihan kepenatan tubuhnya. Bukan tanpa alasan sang istri tega menimbunnya dengan bantal. Tapi karna adzan ashar yang telah memanggil mereka untuk segera menghadap kiblat. Ulah iseng sang istri mendapat ganjaran sambitan bantal darinya. Bukan marah, hanya iseng berbalas iseng. Sederhana tapi suka.

Mimpi

Mimpi Mimpi itu absurb.. Apapun mimpinya, tetap absurb.. Seketika bisa sampai di suatu taman hiburan, yang ramai,gemerlap, penuh sesak.. Sekelebat berubah sepi, gelap, membangunkan bulu roma.

Mimpi itu absurb.. Apapun mimpinya, tetap absurb.. Bertemu bidadari cantik dibawa terbang ke kayangan hijau berliku taman berbunga. Diculik makhluk neraka disekap di gua pengap tak sanggup berteriak.

Mimpi itu absurb.. Apapun mimpinya, tetap absurb.. Berjalan di tepi pantai berpasir putih disertai deburan hangat ombak berbuih.. Tenggelam di kolam tak berdasar tertelan bergalon air.. Hitam. Mengambang serasa mati, jiwa terganti ruh, melayang kian kemari. Putih..

Tapi tetap saja mimpi itu absurb.. Apapun mimpinya, tetap absurb..

Jumat, 10 Mei 2013

Ketika

Ketika gejolak melanda tangis yang pecah seakan membimbing ke arah petaka bahagia merasuki setiap relung doa khasanah kalbu menghilang kejam tersangkut di ranah hitamnya asa menjelma seiring rintih menyaut alam semesta bangkit dari ketidakmauan tuk terus berada pada posisi yang terkenang akan semua masa tertinggal tak mau menoleh barang sekejap karna sakit derita cukup dy yang bawa hahaha tidak teraih bukan berarti tak hendak cukup kurasa hingga kutegak berdiri tertopang pundak bidang berbau khas yang kusayang sampai ajal pun kutantang asal kewajiban terpenuhi manut pertanda setuju bukan tertindas oleh sikut paut marut celoteh penjaga warung menyeruak bising tanpa saring entah sudah berapa ribu kuping yang tersindir ngucap dalam sungging biarlah juga bukan tak terlawan tapi merasa tahu maklum waras putaran warna masih diarusnya tiada henti singgah melepas hawa desir desir rindu terperi di perputaran bias pikuk camuk di kepala membutakan pandangan resah yang tersirat membuat sadar betapa berat tergapai genggaman atur langkah tak perlu sungguh jauh tujuan cukup bersama terjalur pantas.

Selasa, 16 April 2013

Menunggu

Banyak orang yang ga suka menunggu. Seperti saya, lagi nunggu antrian di bank. Daripada bengong iseng2 motoin suami aja. Orangnya juga ga sadar dipoto. Hihihiii..

Eh kayaknya ni ga ngantri deh. Lewat jalur khusus, udah dicupin ama mbak2 dari kantor pengembang biar urusan kita cepet beres. Cuma ada keluarga lain yang mau ngurus juga. Jadinya nunggu deh.

Cuaca diluar lagi enak, mendung, kalo kata anak-anak #grupwakom24hr "cakung" hehehe.. Tau kan artinya apaan..

Eh udh di meja ce es nih.. Cuma suami yang nulis-nulis.. Hihiii.. Tinggal tanda tangan, paraf, dan bereees!! Akhirnya penantian kami untuk punya rumah sendiri berakhir juga. :')

Senin, 31 Desember 2012

Pertama di 2013

05.46 setelah buat sarapan dan melepas suami bekerja.. saya kembali tidur menemani sang putri.. yang malamnya terganggu oleh suara terompet,  mercon dan kembang api.. sungguh damai disisimu nak. ama dan apa selalu sayang aya..


Published with Blogger-droid v2.0.4

Senin, 03 September 2012

Antara Hati, Ego dan Jakarta


Pagi ini, di angkot, sepanjang perjalanan menuju kantor. Menimbang-nimbang hati sambil memandang pemandangan yang tak manis dari bingkai jendela. Polusi udara dan sesaknya penumpang dengan berbagai latar belakang yang kontras, identitas yang tampak dari pakaian, hal-hal kecil yang mereka kenakan dan gunakan, semakin mewarnai ruang mataku. Tak lama memang aku berada di kendaraan itu, karena jarak kos dan kantor yang cuma menghabiskan 20 menit perjalanan, namun tak menyudahi pikiranku yang terus bergejolak ingin membuka dan mengenang kembali suka duka hidup di kota ini. Jakarta.

November 2009, 3 tahun yang lalu, aku mulai menjalani pilihan hati. Bekerja di kota ini. Berbekal doa dari orang tua, berikut uang secukupnya di kantong, kutapakkan kaki disini. Memenuhi panggilan kerja dari sebuah perusahaan Farmasi, yang saat itu sedang membutuhkan seorang copy writer berikut art desainer. Fresh graduate, apalah yang aku punya selain pengalaman berorganisasi di kampus, "pede aja", membawa aku mantap untuk memulai perjalanan.

Suasana kerja yang tidak terlalu formal (karena aku bergabung dengan tim kreatif) membuatku enjoy disini. Hanya saja, kegundahan kerap terasa, ketika kerinduan akan masakan mama, suasana rumah yang nyaman, melanda. Jakarta, bukan tempat untuk mencari kenyamanan, tapi hanya sebatas mencari nafkah. Pengapnya udara (bahkan disubuh mendung sekalipun), air yang tak pernah jernih (apalagi segar), pemandangan petak-petak rusun, gang-gang senggol bacok, got-got hitam yang dihuni oleh tikus-tikus berukuran besar, semakin memancingku untuk terus bertahan.

Egoku memang sedang dalam puncak-puncaknya, tak mau mengalah dengan keadaan. Kamar kosan pengap berukuran 3x3 meter adalah tempatku pulang sehabis bekerja. Tak ada hiburan di kamar selain radio hp, dan sepasang hamster peliharaanku. Setelah setahun bekerja, aku baru bisa memanjakan diri dengan membeli televisi 14 inch, dvd player dan pindah ke kosan yang lebih layak. Lama juga ya, ini akibat dari kebiasaanku dari dulu, tidak bisa mengatur pengeluaran, apalagi aku, si bungsu, yang memang dijuluki "pusa-pusa ka induak", setiap 2 minggu sekali pulang pergi ke Bandar Lampung, homesick.

Perjalanan inipun diiringi oleh hati, hati rinaiku. antara sesak-sesak ingin mandiri, dan isak-isak ingin berkumpul bersama keluarga. Hati ini memang lagi "lempeng", tak ada beban asmaragama menghalangi, aku cantik, muda, single, dan bahagia, haha. Saat itu hatiku masih diisi, kosong, isi lagi, dengan beragam cerita, namun kadang masih terasa hampa. Mati rasakah? Atau sedang mempersiapkan diri menuju kedewasaan?

Jakartaku, kebiasaan sebagai petualang meringankan langkah menyusuri dan menjelajahi kota ini, mulai dari gemerlap maya yang membutakan, sampai kepiluan air mata menatap kumuhnya. Saatku berada kota ini, hatiku disambungkan dengan sang jodoh, yang membuatku semakin sering pulang pergi Jakarta-Bandar Lampung. Nasib baik meminangku di bulan November 2011. Tepat 2 tahun, hijrah ke Jakartaku.

Sampai pagi ini, pagiku meresah gundah, mengeluhkan ibukota, aku masih bertahan disini, mengandung anakku, terpisah dari suami yang selalu merindu kami disana. Semoga keringat, doa-doa, dan beban hidup yang merisak ini membahagiakan keluarga kecilku, yang kuharap selalu dituntun cahaya terang oleh-Nya, menyatukan kami. Amin.

Rabu, 06 Juni 2012

Denyutnya Terasa..



Saat semua luka yang tlah lama tersimpan, disayang-sayang, dan di iba-iba, terkuak.
Saat semua rindu tak lagi sanggup menunggu temu.
Saat semua penat menghancurkan dinding pertahanan hati.
Saat semua asa mengabur di batas pandangan.

Muak sudah!
Mendengar, mengucap, mengiba.
Mengayuh mimpi merentang jala.
Merakit jejak mencapai langit.

Hendak apa lagi?
Kalau saja ada yang bisa mengerti.
Mungkin tak akan sesakit ini.

Bisa apa lagi?
Kalau saja arah itu menuntun.
Mungkin tak akan sesesat ini.

Lalu apa lagi?
Bernapas saat ini hanya untuk menunggu jawaban.
Jawaban dari doa-doa malam.
Doa-doa malam yang terintih disela isak.
Isakan yang hanya didengar Engkau.
Engkau Sang Pemberi Jawaban.

Kamis, 24 Mei 2012

Berat Badan Ideal Ibu Hamil dan Janin


Pusing dengan berat badan yang gak kunjung bertambah. Padahal udah konsul ke dokter, dan dokternya juga bilang bayi n ibunya normal kok. Tapiiii, ga tahan juga denger pertanyaan temen-temen, "kok ga gede2 si re?" hiks.. Akhirnya nemu artikel ini.. Yang merinci jumlah berat normal yang baik bagi ibu hamil.. di ayahbunda.co.id juga ada tools untuk menghitung Body Mass Index (BMI) .

1. TRIMESTER I : 1 – 2,5 kilogram
Trimester pertama penting karena saat itu terjadi pembentukan dan pertumbuhan otak, syaraf, jantung dan organ-organ reproduksi janin. Pada saat yang sama, kemungkinan nafsu makan ibu berkurang karena mual-mual dan muntah. Tidak heran jika kenaikan bobot ibu pada trimester pertama tidak banyak. Bahkan kadang berat badan malah turun sekilo, dua kilo.

Jangan khawatir janin kurang nutrisi karena tubuh anda akan selalu memprioritaskan kebutuhan janin, meski harus ‘mencuri’ cadangan gizi dari tubuh anda.

2. TRIMESTER II : 5 kilogram

Pada trimester kedua nafsu makan anda biasanya pulih sehingga berat badan meningkat rata-rata 0,35-0,4 kg per minggu. Pertumbuhan janin pun ngebut. Sebagian besar berat badan anda ‘terserap’ untuk pertambahan berat janin.

3. TRIMESTER III: 4 – 5 kilogram

Meski pada minggu ke-28 pertambahan volume darah ibu hamil mencapai puncaknya, namun secara keseluruhan pertambahan berat badan pada trimester ini kembali melambat. Syukurlah, karena itu pun sudah membuat ibu hamil kepayahan membawa perut pesarnya.

Sumber: http://bundaananda.blogspot.com/2009/02/berat-badan-ibu-hamil-saat-kehamilan.html


Dan berat badan ideal Janin:


Ya Allah, semoga aku dan janinku sehat selalu, normal, lancar sampai melahirkan... Aamiin..